Journal Universitas Halmahera
Abstrak
Force Majeure dalam Kontrak Jual Beli Internasional
Usak
Transaksi jual beli internasional tertuang dan tertutup dalam kontrak internasional. Dari sekian banyak klausul yang terdapat dalam kontrak jual beli internasional, terdapat satu klausul yang selalu ada, yaitu klausul mengenai force majeure. Force majeure merupakan istilah overmacht atau keadaan memaksa. Force majeure dapat diartikan sebagai klausul yang memberikan dasar pemaaf pada salah satu pihak dalam suatu kontrak jual beli internasional, untuk menanggung sesuatu hal yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya, yang mengakibatkan pihak tersebut tidak dapat menunaikan kewajibannya berdasarkan kontrak yang telah diperjanjikan. Hal yang tidak dapat diperkirakan tersebut tentulah juga menciptakan situasi di mana tidak dapat diambil langkah apa pun untuk mengeliminir atau menghindarinya. Adanya peristiwa yang dikategorikan sebagai force majeure membawa konsekuensi bagi para pihak dalam suatu kontrak jual beli internasional, di mana pihak yang tidak dapat memenuhi prestasi tidak dapat dinyatakan sebagai wanprestasi. Isu hukum yang terjadi adalah seringkali terjadi kasus sengketa yang memakai alibi force majeure sebagai kendala pengiriman barang pada kerja sama kontrak jual beli internasional seperti dalam kasus Macromex Srl. v. Globex International Inc. Sesuai dengan isu hukum tersebut, maka tujuan penelitian ini untuk mengkaji force majeure dalam kontrak jual beli internasional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif melalui pendekatan konseptual dan pendekatan kasus (Macromex Srl. V. Globex International Inc.